Prof (R) Dr Ir Arief Sabaruddin CES (alm) gencar menganjurkan Maisonette untuk mengatasi urban sprawl di perkotaan.
Bahkan dalam rapat-rapat juga menganjurkan maisonette. Serta memperjuangkan peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan MBR , Masyarakat Berpenghasilan Rendah lewat perumahan dan permukiman yang layak dan manusiawi serta berkelanjutan.
Tertuang dalam banyak tulisan- tulisan dan buku bukunya.
Entah kenapa, aku suka sesekali iseng merekam pak suami saat rapat zoom di rumah. Mungkin karena topiknya menarik, dan ikut menghayati bagaimana harapan pak suami untuk memperbaiki perumahan bagi masyarakat kecil. Dengan cara perbaikan tata kelola dan berbagai kebijakan .
Sedang rapat dengan kawan-kawan beliau dari direktorat jenderal Pembiayaan Infrastruktur PU dan Perumahan.
Tahun 2018 , pak suamiku, Arief Sabaruddin menggambar dan membuat sendiri video sosialisasi tentang Maisonette ini, dan menggambar desain maisonette, naratornya aku .
Videonya aku unggah di salah satu akun YouTube ku, @masrierie
Pertama mendapat tawaran menulis buku, adalah tahun 2006. Saat itu, Arief Sabaruddin diminta hadir ke rumah kediaman Pak Bas (M Basuki Hadilmulyono) yang saat itu menjadi Kaba (Kepala Badan ) Balitbang Departemen Pekerjaan Umum.
Menyetir sendiri dari Bandung membawa mobil taft hitamnya, lalu mobilnya tersebut diparkir di kediaman pak Bas di Bekasi.
Dari kediaman Pak Bas, Arief Sabaruddin diajak naik mobil dinas Pak Bas, untuk mempresentasikan Risha, Rumah Instan Sederhana Sehat. Mereka menuju ke sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta, selanjutnya Arief Sabaruddin memperkenalkan teknologi Risha hasil temuannya.
Pak Bas mengamati seluruh presentasi tersebut. Saat itulah pertama kali Pak Bas memahami tentang teknologi Risha , Rumah Instan Sederhana Sehat.
Usai presentasi, datanglah seorang dari penerbit buku Griya Kreasi , atau Penebar Swadaya , (merupakan satu grup dengan Majalah Trubus) yang tadi ikut hadir dalam presentasi memperkenalkan Risha. Ia menawarkan untuk menuliskan saja tentang Rumah Instan teknologi Risha dalam bentuk buku.
Menerbitkan Buku = Mendapat Royalti , tidak mengeluarkan uang.
Pada saat itu , menerbitkan buku adalah sesuatu yang langka, terbilang sulit dan tidak seperti sekarang. Semua orang bisa menerbitkan buku begitu mudah, namun kerap kali malah harus mengeluarkan uang. Pada masa itu justru sebaliknya, menerbitkan buku selaliu dapat uang, dan tidak mengeluarkan uang.
Pada masa itu adalah kebanggaan jika penerbit mau menerbitkan tulisan kita. Tidak perlu mengeluarkan biaya apapun, sebaliknya malah mendapat uang royalty penujualan buku.
Maka terbitlah buku pertama karya Arief Sabaruddin, MEMBANGUN RISHA , tahun 2006, oleh Griya Kreasi / Penebar Swadaya, ia menuliskan tentang cara membuat panel Risha , dan cara membangunnya menjadi rumah. Lengkap dengan foto-foto dan gambar step by stepnya.
Risha ini , untuk mewujudkannya, dan untuk penelitiannya dibantu oleh Pak Nana Puja Sukmana, sebagai Teknik Sipil . Dan sejumlah anggota team penelitian Rumah Instan Sederhana Sehat Puskim.
Sama seperti semua proyek penelitian di semua lembaga litbang, selalu melibatkan satu team , meskipun ide dan gagasan awalnya dari satu orang saja. Tetapi ide gagasan awal inilah yang mahal.
Sama seperti seorang desainer yang memiliki ide gemilang , sebuah karya, desain. Mewujudkan satu desain membutuhkan sebuah team work. lalu melibatkan bagian produksi, menejer produksi, tukang potong kain, tukang pola, tukang jahit , tukang kelim , tukang obras, sampai produknya jadi. Melibatkan menejer packaging dan pemasaran, melibatkan tukang seterika, petugas pckaging, qualityckontrol, sampai menejer penjualan, promosi, marketing. Namun tetap saja, produk keren tersebut takkan pernah ada jika tidak lahir dari otak dan gagasan sang desainer pakaian.
Arief Sabaruddin telah memikirkan teknologi ini sebetulnya sudah sejak lama. Tahun 1999 bahkan ia sudah membuat teknologi pracetak untuk bangunan rusun , yakni T-Cap. Yang penelitiannya serta mewujudkan produknya harus dalam satu team work.
Dari teknologi pracetak untuk rusun ini, terus berkembang idenya untuk mewujudkan rumah sederhana yang murah, tapi kokoh dan kuat. Dalam pemikirannya, rumah ini harus modular, menghemat sisa bahan (potongan tulangan tidak bersisa banyak ) , juga untuk dinding pengisi mislkan GRC atau tripleks, juga modular. Sesuai standar produk yang ada di pasaran.
Diharapkan transparansi harga jual, agar terjangkau oleh MBR. Produksi massalnya, diharap akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat kecil, atau peluang usaha bagi UKM. Produksi massal juga diharap kelak akan mempercepat pengadaan rumah bagi MBR dan korban bencana alam.
Hasil pengujian di lab Puskim sejak Februari 2004 , berlanjut hingga tuntas, ternyata tahan guncangan gempa. Maka rumah Instan Sederhana sehat sangat cocok untuk menolong korban bencana. Selain pabrikasi bisa dimana saja, mengangkutnya juga bisa menggunakan tenaga manusia. Bisa dibangun di tempat tempat yang sifatnya semantara, semisal di atas bukan tanah milik. Nantinya bisa dibongkar pasang dipindahkan ke tempat yang lebih pas.
Membangun RISHA, terbit tahun 2006, Penerbit Griya Kreasi /Penebar Swadaya
BUKU BUKU KARYA ARIEF SABARUDDIN :
1. Membangun Risha, Instan dan Knock Down, Penulis Arief Sabaruddin, Penerbit Griya Kreasi , ISBN 979-26-3620-X , Tahun 2006
2. Membangun Rumah Sederhana Sehat Tahan Gempa, Penulis Arief Sabaruddin,m Griya Kreasi , ISBN 979-26-3685-4, tahun 2008, massuk menjadi 50 buku teknik terlaris versi Gramedia
3. A-Z, Persyaratan Teknis Bangunan, Penulis Arief Sabaruddin, Griya Kreasi, ISBN 797-661-182-1, Januari tahun 2013, terbitan ke dua cetak ulang Agustus 2013
4. Permukiman Berkelanjutan Telaah Psikologi Sosial, Penulis Arief Sabaruddin, Erlangga, ISBN 978-602-8330-78-7, tahun 2016
5. Perjalanan Sejarah Kebijakan Perumahan di Indonesia, Penulis Arief Sabaruddin, Erlangga (E Book) , ISBN 978-623-95564-5-7 , Tahun 2022
6. Penetapan Harga Jual rumah Sederhana, Penulis Arief Sabaruddin, Erlangga (E Book) , ISBN 978-623-95564-5-7 , Tahun 2022)
7. Infrastruktur Permukiman Hijau , Penulis Arief sabaruddin,
8. Arsitektur Perumahan di perkotaan edisi ke 2 (Edisi pertama diterbitkan , Penulis Arief Sabaruddin, Penerbit Kementerian PU , Tahun 2022
9. Ekosistem Perumahan, Penulis Arief Sabaruddin, tahun 2023
Arief Sabaruddin(alm) , lahir di Bandung, 30 November 1965.
Arief Sabaruddin ,
wafat di Jakarta , 12 Desember 2023, dalam usia 58 tahun.
Arief Sabaruddin
VIDEO BIOGRAFI ARIEF SABARUDDIN (YOUTUBE)
Saat itu status
kepegawaiannya , adalah Widya Iswara Ahli Utama,di Kementerian PUPR.Saat wafat , ia sudah menyelesaikan banyak
ModulPelatihan yang sistematis bidang
perumahan, untuk mengasah dan melatih secara terstruktur, pegawaidi Kementerian PUPR bidang perumahan.
Dalam berbagaipertemuan, seminar, iaselalumembagiberbagai pemikiran yangsistematis,terstruktur , agar mudah dipahami audiens. Tentang perumahan, dan
bagaimana seharusnya proses sebuah kebijakan perumahan itu digodokagaroptimal dan manfaat sesuai tujuannya.
Banyak pemikiran
yang didasarkan pengalaman sebagai peneliti di Puslitbang permukiman (Puskim) ,
Balitbang Kementerian PUPR (sebelumnya Departemen PU) selama puluhan tahun.
Sejak ia menjadiPNS di tahun 1990,
selalu gigih dalam berkarya.
Sebelumkembali menjadi peneliti ahli utama (Mei
tahun 2022) dan menjadi Widya Iswara Ahli Utama (April tahun 2023) , Arief
Sabaruddindiberi amanah oleh Pak Bas (M
Basuki Hadimulyono) Menteri PUPR kala itu, untuk memimpin PPDPP , sebagai Dirut PPDPP sejak
September 2019 sampai dengan Desember 2021.
KLIK GAMBAR DI BAWAH INI
VIDEO PENANDATANGANAN TRIPARTIT FLPP DARI PPDPP KE BP TAPERA
Setelah PPDPP dilikuidasi dan FLPP menjadi bagian dari jobBP Tapera, ia kembali ke Kementerian PUPR, dan tidak mendapat penugasan . Namun ia selalu berkomitmen tetap bekerja dan mengabdi bagi negeri tercinta. tetap harus ada karya dan kerja nya.
Di sebuah ruangan, Gedung Miring kantor Pembiayaan , ia giat menulis buku dan membantu berbagai direktorat yang tengah membuat kebijakan. Sambil menunggu permohonan menjadi Widya Iswara Ahli Utamanya keluar.
Semasamemimpin PPDPP, Arief Sabaruddin adalah
pimpinan yang disayangi. Karena dalam memimpin, ia tidak hanyamemimpin, tapi juga mengayomi, mendidik dan
mengarahkanseluruh anggota organisasinya.
Agar bekerja dengan motivasi positif, sepenuh hati, bersama-samaberjuangmelayani MBR , dan merealisasikannya.
Lahirnya Aplikasi Si Kasep , SiKUmbang sangat berperan besar dalam meningkatkan kinerja PPDPP, Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan. Aplikasi tersebut digagas atas ide Arief Sabaruddin, mekanisme dan sistemnya dirancang oleh Arief Sabaruddin, dituangkan dalam bentuk aplikasi oleh para ahli IT yang NB adalah karyawan PPDPP. Keberhasilan kerja, adalah kerja dan kekompakan team work.
Ada masa kosong, sejak Januari 2022 yang ia manfaatkan untuk menulis 5 buah buku. Juga menulis banyak modul perumahan untuk BPSDM Kementerian PUPR.
Semasa hidupnya,
ada berbagai penghargaan yang pernah ia raih.
1
SATYALANCANA KARYA SATYA X TAHUN
2001
070/TK/TH.2001
2
SATYALANCANA PEMBANGUNAN
2005
065/TK/TAHUN 2005
3
SATYALANCANA KARYA SATYA XX TAHUN
2011
74/TK/TAHUN 2011
4
SATYALANCANA KEBAKTIAN SOSIAL
2019
128/TK/TAHUN 2019
5
SATYALANCANA KARYA SATYA XXX TAHUN
2020
83/TK/Tahun 2020
6
Penghargaan Peserta Terbaik I, dalam
mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II, Angkatan XXXIV
Lembaga Administasi Negara
2012
154/XI/TP-II/LAN/2012
7
Penghargaan Property and Bank Awards
2020, The Best Leadership in the Distribution of Affortdable Housing
Subsidies
2020
-
8
Penghargaan IT Works 2020, Top Leader on
Digital Implementation 2020
2020
-
9
Penghargaan Penulis Buku IPTEK Terbaik,
Badan Litbang Kementerian PU
2013
10
Penghargaan Penulis Buku IPTEK Terbaik,
Badan Litbang Kementerian PU
2014
11
Penghargaan Peneliti Utama Terbaik 2014,
Badan Litbang Kementerian PU
2014
12
Nominasi Sayembara Disain Rumah Susun
Sederhana Sewa
2002
-
13
Pemenang Harapan II, Gagasan Desain Rumah
Sederhana Sehat
2003
-
14
Pemenang Utama Sayembara Desain Masjid
As-Salam Kementerian PUPR
2002
-
15. Penghargaan Terakhir , dari REI, 2023
Hari itu , Arief Sabaruddin seperti biasa sedang berkantor di sebuah ruangan di BPSDM, ruangan sederhana yang lengang. Tiba-tiba mendapat telepon dari REI, ternyata ada kabar dan surat yang tak sampai kepadanya.
Ia mendapat penghargaan dari REI , Juli 2023. Karenanya ia terlambat hadir ke gedung tersebut. Meski terlambat, ia berkesempatan menerima penghargaan itu.
Penghargaan Wira Bhakti Praja Utama , dari Dewan Pengurus Pusat Persatuan Real Estate Indonesia , (REI) Juli 2023,
Penulis Buku,
Pendidik , Peneliti.
Sejak awal
2022,sebelumSK Peneliti Ahli Utamanya diaktifkan kembali
(karena menduduki jabatan struktural) , Arief Sabaruddingiat menulis buku. Berbagai pemikiran tentang
perumahan , kebijakan kebijakan yangsolutif, ia tuangkan dalam 4 buku yang diterbitkan oleh Penerbit
Erlangga dalam wujud E Book.
Buku Ekosistem
Perumahan, adalah buku yang ia tulis , menjawabpertanyaan Ibu Menteri Keuangan Sri Mulyani, tentang bagaimanamata rantaiperumahan, pembiayaannya, dan hubungannya dengan berbagaiinstitusi terkait di Indonesia. Solusi-solusi apa untuk memperbaiki ekosistem pembiayaan perumahan. Saat itu ibu
Sri Mulyanimempertanyakan ekosistemnya,
sehubungan dengan subsisi perumahan dantengah mengkaji tentangbentuk
hubungannya dengan kepentingantabungan
perumahan rakyat .
Saat ituArief Sabaruddin mendapat saran daritemannya sesamapendidik di Unpar, untuk menerbitkanbuku Ekosistem Perumahan. Sebelumnya, ada
penerbit yang hanya akan menerbitkan dalam bentuk E Book. Namun jika dalam bentuk
E Book,para pendidik dan ilmuwan usia
senior agak kesulitan untuk mengaksesnya. Selain itu faktor usia , membuat para
senior kesulitan membaca versi digital. Mereka lebih nyaman dengan edidi cetak.
Maka saran teman untuk menerbitkan dalam
bentuk cetak, di PT Kanisius.
Buku ini memuat
banyak pemikiran yang berdasarkan pengalaman dan jam terbangnyasebagai peneliti,sebagai pejabat struktural , dan sebagai
praktisi pendidikan . Sebagai peneliti ada kewajiban untuk membagi pengalaman
dan hasil penelitian kepada perguruan tinggi. Perguruan tinggi tempatnya
berbagi sejak 1991 hingga tahun 2015, adalah Fakultas Teknik Universitas
Katolik Parahyangan, tempat iamenyelesaikan pendidikan S1 Arsitekturnya.
Pengabdian 10 tahun Mengajar di Perguruan Tinggi, Universitas Katolik Parahyangan Bandung, Piagam Arief Sabaruddin. Tenaga Dosen Tidak Tetap , Fakultas Teknik UNPAR, Jurusan Arsitektur
Pernah juga ia
terpilih sebagai dosenfavorit, karena
cara mengajarnya yang sistematis, terstruktur dan mudah dipahami. Dalam
perjalanan waktu,Arief Sabaruddin juga
menjadi penguji diS2 dan S3 Unpar dan
ITB , Kota Bandung.
Saat itu , ada
aturan, bahwa Penelititidak boleh ada
lagi di Kementerian, sejak semua Balitbang Kementeriandilebur ke BRIN.
Pengalaman Arief Sabaruddin di Perguruan Tinggi (1), di Unpar dan ITB
Pengalaman Arief Sabaruddin di Perguruan Tinggi (2)
Pengalaman panjang Arief sabaruddin sebagai pendidik di perguruan tinggi
Pengalaman Arief Sabaruddin di Perguruan Tinggi (4)
Pengalaman Arief Sabaruddin di Perguruan Tinggi (5)
Teknologi T-Cap pracetak untuk rumah susun, penemuan Arief Sabaruddin 1999
Lab Puskim Bandung, Cileunyi 1999, saat Arief Sabaruddin menguji teknologi T-Cap untuk rumah susun .
Karya Emas dan Penelitian,
serta Penemuan
Sebagai Peneliti ,
Arief Sabaruddin, pernah menghasilkan Teknologi T-Cap pracetak untuk rumah
susun, tahun 1999. Kamar mandi Kapsul
anti bocor yang dicetak di pabrik fiber , dirancang juga untuk rumah susun, yang
kerapkali mengalami masalah kebocoran.
Giat berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan perguran tinggi, Aries Sabaruddin bersama Universitas Trisakti
Arief Sabaruddin
Berbagai
pemikiranjuga dituangkantahun 1990an tentangkonsep TOD,yang mengambil contoh kasus Kiaracondong Bandung. Pasar Kiaracondong
yangberada dekat stasiun kereta api
menjaditulisannya di jurnal yang pernah
terbit tahun 1990 an.
Tahun 2004 , bulan
Februari Teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat RISHA hasil temuannya diuji di
Lab Puskim. Yang hasilnya ternyata tahan gempa. Rumah Instan RISHA diluncurkan
tanggal 20 Desember 2004, oleh Menteri PU Djoko Kirmanto dan Menteri Perumahan
Rakyat Mohammad Yusuf Asy'ari.
Kompleks Huntara (Hunian Sementara) Berkonsep RISHA, Rumah Instan Sederhana Sehat , menampung MBR , dalam rangka menata kawasan kumuh di SOLO (Surakarta), Semanggi Surakarta
Kompleks Huntara (Hunian Sementara) Berkonsep RISHA, Rumah Instan Sederhana Sehat , menampung MBR , dalam rangka menata kawasan kumuh di SOLO (Surakarta), Semanggi Surakarta
Kreativitas, ide
dan gagasannya terus mengalir. Ketika ditempatkan sebagai Dirut PPDPP,ia menggerakkanpotensi yang ada di kantor , untukmembuat Aplikasi SiKasepdan SiKumbang serta Si Petruk. Barupertengahan September 2019mulai bertugas di PPDPP, tanggal19 Desember 2019,Aplikasi Si Kasep ini diluncurkan. Hanya
dalam tempo 3 bulansudahmembuahkan karya.
Tak disangka
aplikasi yang sempat menuai konstroversi dan protes ini , ternyata malah
bermanfaatsaat adanya Pandemidan keharusan bekerja di rumah. Penjualan
rumah subsidi semakin meningkat,mekanismedanproses kerja menjadi lebih mudah. Bahkan bagi para pengembang dan
perbankan. PPDPP mendapat penghargaan.
Kemampuandi bidang menejemen dan kepemimpinannya juga
terasah, dalam setiap diklat pim, selalu mendapat nilai tinggi. Diklat Pim 2
, menjadi peserta terbaik ke 1 , dengannilai memuaskan. Demikian juga Diklat pim 1.
Karya Arsitektur
Tahun 2002 Arief
Sabaruddin pernah ikut sayembara desain
Masjid Assalam jalan Pattimura, pada tahap awalkaryanya mendapat nilai tertinggi. Meski ia membuat desain dansecara keseluruhan dilakukan sendiri.
Sementara pemenang lainbergerak dalam
satu team. Nama peserta di hadapan juri disembunyikan, karyanya keluar dengan
nilai paling tinggi.
Namun dalam proses
selanjutnya, karyanya belum dapat direalisasikan dalam desain masjid tersebut.
Pada akhirnya ia tetap sebagai pemenang
pujianterbaik ke 1.
Desain rumah susun juga sebagai nominator , yang
akhirnya ia terapkandi Desain Rumah
Susun Cigugur Tengah Cimahi.
Rumah Susun Pertama di Cigugur Cimahi, Konsep Penataan Kawasan Kumuh tanpa Gusur (foto 2007), desain konsep Baling-baling, Arsitek Arief Sabaruddin, sebagai nominator Lomba Desain Rumah Susun
Sebelum menjadi
PNS, Arief Sabaruddinsudahbekerja (sejak masih kuliah) sebagai arsitek paruh
waktu. Baik bekerja untuk konsultan maupun individu.
PT Arsiperfekta dan Binasarana Perfekta adalah konsultan arsitektur dan developer (Griya Cinunuk Indah) milik alm Ir Bambang Arsitya Putra . Tempat Arief Sabaruddin merangkap bekerja, selain menjadi PNS di Departemen Pekerjaan Umum tahun 1989 - 1991
Profesi arsitek ini
terus berjalan meski ia sudah menjadi PNS. Justru kemampuan yang sudah terasah
ini sangat menunjangpekerjaannya
sebagai peneliti diPuskim Balitbang
Departemen Pekerjaan Umum kala itu.
Masa Kecil, Masa
Sekolah, Masa Kuliah
Ayahanda dari Arief Sabaruddin bernama Moch
Isja Arief, adalah putra dari Muhammad Arief dan istrinya Masniah (Oey Kwe Nio) , seorang wanita asal Tiongkok.
Muhammad Arief bin Najihun , adalah putra dari KH Najihundan Hj Siti Salma(cucu Syekh Nawawi Al Banteni dariHj Rukayah/ Rubi'ah). Bahwa Arief Sabaruddin keturunan Syech Nawawi Al Banteni, sebagai anak dari cicit Syekh Nawawi Al Banteni dari pihak Hj Salma nenek ayahnya. Arief Sabaruddin juga keturunan Kyai Haji Sahal Lopang Banten dari pihak kakek ayahnya KH Najihun.
Ibunda Arief Sabaruddin bernama Etty Suhaeti, seorang wanitaberdarah Cianjur ayahnya M Hasan, dan Bandung Jawa-Belanda , dari ibunya Cicih Rumnasih .
Nama panggilan Arief Sabaruddin sejak kecil adalah Risa. Nama panggilan di keluarganya dan nama panggilan semasa kuliah dan sekolah. Ibunya memberi nama panggilan Risa , dari nama ayahnya pak Isa (M Isja Arief) , ditambah dengan huruf R di depannya.
Jadi, rumah instan sederhana sehat , RISHA, nama yang ia pilih untuk teknologi penemuan Rumah Instan Sederhana Sehat RISHA, yang diluncurkan tanggal 20 Desember 2004. Dan penelitian pengujiannya sudah sejak awal tahun 2004.
Arief Sabaruddin (Risa) , saat wisuda S1 Arsitektur Unpar (Universitas Katolik Parahyangan ) 1989 , diapit ibunya Etty Suhaeti, dan neneknya Oey Kwe Nio ( Ratnaniah / Masniah) , serta ayahnya M Isa Arief / M Isja Arief .
Tinggal di
Kebayoran Lama , lulus SD Kusuma Jaya (SD Kodam) 1977, iamelanjutkan ke SMPN 11 di Mayestik , dan SMAN
6 Bulungan hingga lulus tahun 1984. Melanjutkan kuliah double, di Teknik
Arsitektur Unpar dan Teknik Sipil (Struktur Jalan dan Jembatan) IKIP (UPI). Namunpada akhirnya kuliah di UPI sampai2,5 tahun saja. Meski begitu, ilmu pedagogik
dan struktur (teknik sipil) yang begitu melekat di benaknya. Jadilah ia arsitek
yangmemiliki kemampuan mengajar dan
teknik sipil.